Thursday, 04 June 2026
Kategori
Bogor Raya

“TPS3R DIBIARKAN MATI, PEMUDA LIRA SIAP KEPUNG DLH DAN BALAI KOTA!”

“TPS3R DIBIARKAN MATI, PEMUDA LIRA SIAP KEPUNG DLH DAN BALAI KOTA!”

BOGOR — Kesabaran Pemuda LIRA Bogor Raya terhadap carut-marut pengelolaan sampah di Kota Bogor tampaknya mulai habis. Organisasi itu secara terbuka melontarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kota Bogor: benahi persoalan sampah dari hulunya, atau bersiap menghadapi gelombang aksi besar-besaran di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Balai Kota Bogor.

Bagi Pemuda LIRA, akar persoalan sampah di Kota Bogor bukan ada pada kurangnya slogan lingkungan, bukan juga soal minimnya rapat atau seremoni bersih-bersih. Masalah utamanya ada pada gagalnya pemerintah merawat dan menghidupkan TPS3R yang selama ini justru banyak terbengkalai.

“Jangan sibuk bicara proyek besar kalau TPS3R saja dibiarkan mati perlahan. Pemerintah seperti ingin membangun gedung megah di atas pondasi yang sudah retak,” tegas Iqbal Ketua Umum Pemuda LIRA Bogor Raya.

Iqbal menilai kondisi TPS3R di sejumlah titik sudah lama menjadi rahasia umum. Ada yang mangkrak, ada yang tidak berjalan maksimal, bahkan ada yang hanya tinggal papan nama tanpa aktivitas pengolahan yang jelas. Ironisnya, fasilitas-fasilitas itu dibangun menggunakan uang negara.

“Rakyat ini tidak butuh pencitraan soal kota bersih. Rakyat butuh sampah benar-benar selesai. Percuma bicara penghargaan kalau di lapangan masih banyak TPS3R yang hidup segan mati tak mau,” katanya.

Pemuda LIRA bahkan menyebut Pemerintah Kota Bogor terlalu sibuk menjual mimpi soal proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sementara persoalan mendasar di tingkat bawah tidak pernah dibereskan secara serius.

Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan cara berpikir birokrasi yang lebih senang membungkus masalah dengan proyek baru dibanding menyelesaikan sumber persoalan yang sudah nyata di depan mata.

“Kalau hulunya saja kacau, jangan mimpi hilirnya akan bagus. Sampah di Kota Bogor ini bukan kurang proyek, tapi kurang keberanian untuk berbenah,” ujar mereka.

Tak hanya itu, Pemuda LIRA juga menyinggung budaya birokrasi yang dinilai lebih gemar membuat laporan indah dibanding menghadapi kenyataan di lapangan.

“Yang dilihat pimpinan sering kali hanya laporan rapi di atas meja. Tapi masyarakat tiap hari lihat sendiri tumpukan sampah, pengelolaan yang semrawut, dan fasilitas yang tidak terurus. Jangan terus tutupi masalah dengan narasi manis,” ucapnya.

Karena itu, mereka memastikan tidak akan tinggal diam apabila Pemerintah Kota Bogor terus mengabaikan pembenahan TPS3R sebagai akar masalah sampah.

“Kalau tidak ada pembenahan nyata, Pemuda LIRA akan kepung DLH dan Balai Kota. Ini bukan ancaman kosong. Ini bentuk kemarahan publik yang sudah terlalu lama melihat persoalan sampah dipelihara, bukan diselesaikan,” tegas mereka.

Pemuda LIRA juga meminta Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turun langsung melihat kondisi TPS3R di lapangan dan berhenti hanya menerima laporan administratif dari bawahannya.

“Jangan tunggu sampah jadi bom waktu baru pemerintah bergerak. Kota ini butuh kerja nyata, bukan sekadar pidato lingkungan hidup,” tutup mereka.